Jakarta - Mana yang lebih berharga: komputer yang mahal atau foto keluarga yang tersimpan di dalam komputer, meskipun foto tersebut buram? Pilihan lain adalah, tablet canggih atau video klip reuni dengan teman lama Anda yang direkam dengan kamera tablet tersebut?
Dua pertanyaan di atas terbilang sederhana, namun tak lantas mudah juga untuk dijawab. Sebab ini merupakan pilihan yang sulit, harus memilih antara barang atau kenangan.
Namun menurut survei perusahaan keamanan Kaspersky, kebanyakan responden konsisten dengan pernyataan mereka bahwa informasi personal lebih berharga dibanding perangkat apapun, tak peduli seberapa mahal perangkat tersebut.
Kebanyakan pengguna komputer menyatakan data yang disimpan di dalam komputer lebih penting nilainya dibanding harga komputer itu sendiri.
Dari hasil survei yang dilakukan oleh B2B International dan Kaspersky Lab selama periode Juni – September 2013, sebanyak 56% responden menganggap foto dan dokumen mereka lebih berharga dibanding komputer yang paling mahal sekalipun.
Hanya saja, sayang banyak orang sering kehilangan data berharga mereka. Berdasarkan survei di atas, satu dari lima serangan berbahaya berujung pada hilangnya data personal. Sebanyak 61% pengguna yang mengalami serangan tidak bisa mendapatkan kembali seluruh data mereka.
Bagi para penjahat cyber, data personal adalah sesuatu yang bisa diperdagangkan: mereka mencuri data berharga dan akan menggunakannya untuk skema penipuan berikutnya, misalnya untuk memanipulasi keuangan online pengguna atau memblokir akses pengguna ke informasi penting mereka lalu meminta tebusan bila pengguna ingin mendapatkan data atau akses tersebut.
Maraknya penggunaan perangkat mobile memperparah keadaan ini karena tiap smartphone atau tablet personal memberikan senjata baru bagi pelaku untuk melakukan serangan.
Meski lingkup dan jumlah ancaman cyber terus meningkat, informasi personal bisa tetap aman dengan bantuan solusi keamanan yang andal.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar